Ajaran Sesat Yang Membuat Umat Bunuh Diri Massal Pada Tahun 1978

Didirikan pada akhir tahun 1970-an, di bawah kepemimpinan Jim Jones, aliran pemujaan ini hidup menyendiri terpisah dari dunia di sebuah hutan di Amerika Selatan. Menyusul adanya sejumlah keluhan, pada tahun 1978, anggota kongres Amerika, Leo Ryan, mengunjungi wilayah Jonestown dalam misi pencari fakta. Ketika Ryan akan meninggalkan Jonestown, delapan belas anggota aliran pemujaan yang ingin meninggalkan aliran pemujaan itu mencoba ikut menyertainya, yang sekaligus menjadi awal kerusuhan terjadi. Anggota aliran pemujaan melepaskan tembakan kepada mereka yang mencoba meninggalkan aliran pemujaan itu.

Anggota kongres Ryan, tiga orang wartawan, dan seorang anggota aliran pemujaan yang mencoba lari, terbunuh. Sebelas orang terluka. Beberapa jam setelah kejadian, pemimpin aliran pemujaan memerintahkan anggota-anggotanya untuk melakukan bunuh diri massal dengan meminum potasium sianida. Anak-anak meninggal lebih dulu, bayi dibunuh dengan racun yang dimasukkan ke mulut dengan sedotan. Setelah itu, lebih dari sembilan ratus orang, termasuk anak-anak, meracuni diri mereka sendiri.







Benua Sampah Terbesar di Dunia

Pernahkah anda membuang sampah di laut?Apa jadinya jika sampah yang dibuang di laut tiba2 terkumpul menjadi sebuah pulau. Dikenal dengan istilah Plastic Continent, adalah sebuah kumpulan sampah yang terdiri dari 80% bahan plastik dan setidaknya 3,5 juta ton sampah plastic dan membentuk sebuah pulau di tengah lautan samudra pasifik antara hawai dan California. Pulau sampah yang tak sengaja terbentuk ini tersusun hampir melebihi ukuran Texas Negara bagian AS. Ditemukan pada tahun 1997 oleh Kapten Charles Moore, diperkirakan terdapat 6 kali jumlah plastic dari pada plankton yang hidup disana.








Kenapa bisa terjadi, sampah yang terdapat didaratan akan turun ke laut karena terbawa oleh air hujan, biasanya yang paling banyak berasal dari sungai-sungai yang membawa beragam banyak sampah, arus laut dan angin yang cukup kuat membawa sampah tersebut menumpuk di lautan terbuka sehingga membentuk sebuah pulau.

Laporan ini menemukan bahwa 80 persen dari sampah laut ini berasal di darat. Sementara kapal yang membuang beban sesekali seperti sepatu atau sarung tangan ke dalam perairan (kadang-kadang dengan sengaja dan ilegal), sebagian besar sampah laut memulai perjalanannya sebagai sampah darat.


gambar diatas mensimulasikan sirkulasi kehidupan pantai dan sekitarnya, gak kebayang gan kalo sampah sebegitu banyak bisa merusak ekosistem tersebut dan ikan2 maupun burung2 yang kita konsumsi akan memakan sampah2 yang mengapung dan tentunya tidak sehat untuk kita konsumsi.

Apa dampak yang ditimbulkan, banyak sampah tersebut di ambil oleh berbagai macam hewan seperti burung laut, ikan, kura-kura, dan sebagainya yang mereka kira itu adalah sebuah makanan karena mereka pikir bentuknya seperti telur ikan dan kantong plastic yang terisi air sehingga berbentuk seperti ubur-ubur. Akhirnya hewan tersebut tumbuh dan kemudian mati disertai perut yang penuh dengan plastic, dampak yang dirasakan seperti yang dijelaskan diatas pertama jelas mempengaruhi lingkungan hidup hewan-hewan disekitar, banyak yang mati akibat sampah tersebut, kemudian tercemarnya air laut yang membawa pengaruh signifikan terhadap ekosistem bawah laut karena air laut sudah terkontaminasi berbagai macam racun. Membawa musibah terhadap hewan maupun terumbu karang. Laporan dari greenpeace menyebutkan bahwa setidaknya 267 spesies hewan menderita akibat menelan sampah di laut.






Solusi yang dilakukan, pada keadaan yang sudah terlanjur ini membersihkan bukanlah suatu pilihan utama karena tentunya pasti membutuhkan danayang besar serta akan banyak sampah-sampah plastic lain dari darat yang tergenang kembali ke lautan terbuka. Untuk itu maka solusi jangka panjang adalah menghentikan produksi plastic yang dipakai di rumah tangga sebagai kebutuhan konsumsi. Pengamat mengatakan pengunaan tas yang terbuat dari kanvas untuk membawa barang belanjaan daripada plastic merupakan awal alternative untuk mengurangi penggunaan plastic, membeli makanan yang tidak dibungkus plastic adalah salah satu cara lain.


San Francisco adalah yang pertama dalam pengurangan produksi plastic dengan membatasi produksi kantong plastic. Dan yang dapat kita lakukan adalah melarang kemasan makanan saji yang terbuat dari plastic, kemudian meningkatkan program daur ulang sampah dan meningkatkan penegakan hukum sampah. Batasi penggunaan plastic bila memungkinkan karena plastic bahan yang sulit diurai, gunakan tas yang dapat digunakan kembali saat berbelanja dan jangan menggunakan tas plastic yang hanya sekali pakai karena dengan mudah akan tertiup ke laut. Ambil sampah yang terlihat ketika anda meninggalkan pantai, pastikan tempat sampah tertutup rapat dan menyimpan sampah di tempat tertutup.
Daftar penguraian sampah berdasarkan jenis dan waktunya:
  1. Kertas, lama penguraian 6 bulan
  2. Kulit buah, lama penguraian 6 bulan
  3. Kardus/karton, terurai 5 bulan
  4. Filter rokok, terurai 10-12 tahun
  5. Kantong plastic, 10-12 tahun
  6. Benda-benda kulit, 25-40 tahun
  7. Kain nilon, 30-40 tahun
  8. Jaring ikan, 30-40 tahun
  9. Alumunium, 80-100 tahun
  10. Baterai bekas, 100 tahun
  11. Plastik, 50-80 tahun
  12. Batu baterai, 100 tahun
  13. Botol kaca, perlu 1 juta tahun untuk hancur tanpa bekas
  14. Botol plastic, tidak dapat diperkirakan waktu hancurnya.
  15. Styrofoam, tidak dapat hancur

Berikut Videonya:


Mengenal Bahaya Arsenik dan Cara Mengatasinya

Arsenik
Arsenik adalah suatu unsur kimia metaloid (semilogam) golongan VA, berwujud bubuk putih, tanpa warna dan bau (karena itulah arsenik sangat dikenal dalam urusan racun-meracun makanan!). Nama arsenik sendiri pertama kali berasal dari bahasa Persia zarnig dan bahasa Yunani arsenikon yang artinya kuning. Arsenik dalam kehidupan sehari-hari (di luar racun-meracun) digunakan untuk bahan pestisida di buah-buahan.
Galium arsenid dapat dipakai sebagai bahan semikonduktor rangkaian listrik. Dalam pengobatan, arsen juga mendapat tempat khusus. Di zaman dahulu arsenik pernah digunakan sebagai obat sifilis, yaitu Salvarsan. Sampai sekarang arsenik masih menjadi salah satu alternatif pengobatan tripanosomiasis Afrika (dalam bentuk melarsoprol). Arsenik juga dipakai dalam industri pewarna dan cat.

Arsenik di air minum
Dalam kehidupan sehari-hari, makanan kita pun mungkin mengandung arsenik dalam jumlah kecil. Konsentrasi arsenik yang dianggap tidak berbahaya dalam air minum oleh WHO adalah kurang dari 10 ppb (part per billion). Selain karena arsenik menjadi bahan pestisida yang dipakai untuk menyemprot sayur dan buah, arsenik juga berpotensi mencemari perairan. Hal ini pernah menjadi masalah serius di Cina dan Bangladesh, dan sekitarnya pada tahun 2005. Arsenik yang ditemukan di air adalah arsenik bentuk arsenat V (HAsO42-) dan arsenit III (H3AsO3). Di alam bebas arsenat dan arsenit dapat mengalami reaksi redoks bolak balik. Konsentrasi yang ditemukan dapat mencapai 200-4400 ppb, atau 0.2-4.4 ppm (part per million).

Arsenik sebagai racun
Bentuk arsenik yang terkenal adalah As2O3, alias arsen trioksida atau warangan. Warangan ini bentuknya berupa bubuk berwarna putih yang larut dalam air. Bentuk lainnya adalah bubuk kuning As2S3 dan bubuk merah realgar As4S4. Keduanya sempat populer sebagai bahan cat, namun karena toksik akhirnya mereka tidak dipakai lagi. Adapun bentuk gasnya, yang juga beracun; adalah arsin (As2H3).

Mengapa arsenik beracun?
Arsenik beracun karena : mampu menghambat produksi ATP, sumber energi bagi sel-sel hidup, melalui berbagai mekanisme. Di siklus Krebs arsenik menghambat enzim piruvat dehidrogenase, sehingga sintesis ATP menjadi berkurang dan malah meningkatkan produksi hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida ini merupakan oksidator yang sangat reaktif terhadap sel hidup, maka justru sel hidup itulah yang diserang. Sel yang diserang arsenik akan mengalami nekrosis dan kematian dengan segera.

Keracunan arsenik dapat terjadi dalam 2 cara, yaitu :
1. Cara Akut, berarti arsenik diberikan dalam satu dosis tunggal yang sangat besar dan langsung mematikan. Dosis ini kira-kira sebesar 120-200 mg pada orang dewasa atau 2 mg/kgBB pada orang dengan berat badan kurang dari 60 kg. Untuk urusan peracunan, biasanya pelaku mencampurkan arsenik dalam makanan dalam dosis beberapa kali lipat, untuk mengantisipasi korbannya muntah-muntah akibat keracunan akut ini. Gejala keracunan akut terdiri atas mual muntah hebat yang disertai sakit perut. Napas penderita berbau seperti bawang putih. Kadang ia langsung kejang-kejang dan koma. Tekanan darah korban langsung turun dan ia tampak seperti orang dehidrasi berat.
2. cara kronik, merupakan cara yang “cocok” dilakukan oleh koki atau juru masak yang punya urusan atau dendam pribadi dengan majikannya. Di sini si pelaku memasukkan arsenik dalam jumlah nonletal berkali-kali dalam makanan korbannya, untuk membuatnya sakit-sakitan. Suatu saat si korban diberi arsenik dalam jumlah sangat besar. Penderita keracunan kronik mula-mula mengalami gejala keracunan seperti keracunan akut, tapi lama-kelamaan datang gejala tambahannya.

Ia akan mengalami perubahan warna kulit menjadi kelabu atau kehitaman, gangguan fungsi hati, fungsi jantung, fungsi paru-paru, dan fungsi ginjal. Fungsi saraf tepi juga terganggu secara simetris. Tapi yang paling jelas adalah kukunya, di mana terlihat garis-garis horizontal bersusun-susun. Garis ini disebut Mees’ lines. Garis ini berguna dalam penyelidikan ahli forensik karena dengan mengukur panjang kuku dan jarak antara garis, ahli dapat menentukan berapa lama sekali si korban diracun arsenik.

Akibat Terkena Arsenik
Mengatasi keracunan arsenik
Cara mengatasi keracunan arsenik berbeda antara keracunan akut dan kronik. Untuk keracunan akut yang belum berlangsung 4 jam, korban diberi ipekak untuk merangsangnya muntah. Dapat juga dilakukan bilas lambung apabila ia tidak dapat minum. Pemberian katartik atau karboaktif dapat bermanfaat. Sedangkan untuk keracunan yang sudah berlangsung lebih lama daripada itu (termasuk juga keracunan kronik), sebaiknya diberi antidotumnya, yaitu suntikan intramuskuler dimerkaprol 3-5 mg/kgBB 4-6 kali sehari selama 2 hari. Pengobatan dilanjutkan 2-3 kali sehari selama 8 hari.