Inilah 5 Tempat Menarik Untuk Liburan Idul Adha 2013

Inilah 5 Tempat Menarik Untuk Liburan Idul Adha 2013 - Sebentar lagi kita akan merayakan liburan Idul Adha 2013. Mengingat Idul Adha 2013 jatuh pada hari Selasa, 15 Oktober 2013, sebagian kantor pemerintah dan swasta memberlakukan cuti bersama pada hari sebelumnya.

Dengan demikian, karyawan dengan 5 hari kerja bisa merasakan libur cukup panjang mulai Sabtu hingga Selasa. Long weekend seperti ini menjadi waktu yang tepat untuk berwisata bersama keluarga ke tempat yang agak jauh.

Tempat mana sih yang cocok untuk dikunjungi pada liburan Idul Adha 2013? Yuk, tengok 5 tempat wisata berikut yang pas untuk liburan Idul Adha 2013 ini.

1. Puncak, Bogor
Setiap kali ada long weekend, kawasan Puncak di kabupaten Bogor dan Cianjur selalu menjadi destinasi liburan utama bagi warga Jakarta. Udara yang sejuk, pemandangan alam yang indah, banyaknya tempat wisata dan suasana yang tenang menjadi daya tarik utama Puncak di mata warga Jakarta.

Tak heran jika banyak warga Jakarta mendirikan atau membeli villa di kawasan Puncak untuk dijadikan rumah peristirahatan. Taman Safari Indonesia, perkebunan teh, Masjid Atta’awun, Taman Bunga Nusantara, serta Taman Wisata Matahari adalah beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi di kawasan Puncak.

2. Yogyakarta
Liburan selama 3-4 hari cukup untuk berwisata dengan puas di kota Yogyakarta. Berangkat melalui jalur darat, Yogyakarta bisa ditempuh dalam waktu sekitar 12 jam dari Jakarta. Setibanya di Jogja, kamu masih punya sekitar 2 hari untuk mengelilingi kota Yogyakarta dan mengunjungi tempat-tempat menarik yang ada di dalam dan sekitar Jogja.

Kawasan Malioboro, Pantai Parangtritis, Kaliurang, Masjid Kotagede, serta kompleks Candi Prambanan merupakan tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi ketika berlibur di Yogyakarta.

3. Anyer dan Carita
Jangan cuma melirik destinasi di sebelah timur dan tenggara Jakarta. Sekali-sekali, tengok juga destinasi menarik yang terletak di bagian paling barat Pulau Jawa. Di sana, ada kawasan Anyer dan Carita yang terkenal dengan pantainya.

Pantai-pantai di kawasan Anyer dan Carita memiliki pasir putih yang cukup halus dan terkadang berhiaskan batu-batu karang besar. Di kawasan ini, wisatawan bisa melakukan berbagai permainan air seperti jet ski, banana boat, kano, atau sekedar berenang dan menyaksikan sunset. Dari Jakarta, kawasan Anyer dan Carita bisa ditempuh dalam waktu 2 sampai 3 jam saja.

4. Green Canyon
Jika Amerika Serikat punya Grand Canyon, maka Indonesia juga memiliki Green Canyon yang tak kalah indah dan menakjubkan. Green Canyon berlokasi di kecamatan Cijulang, sekitar 130 km dari wilayah Ciamis, Jawa Barat.

Sesuai dengan namanya, Green Canyon menampilkan lembah dengan aliran sungai berwarna kehijauan yang tertutup oleh pepohonan. Banyaknya pepohonan membuat udara di kawasan wisata ini terasa sejuk dan segar.

Wisatawan bisa melakukan berbagai kegiatan wisata aktif seperti trekking, body rafting, berenang, ataupun terjun ke sungai dari batu berbentuk payung dengan ketinggian sekitar 7 meter. Musim kemarau seperti ini merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi Green Canyon karena airnya akan terlihat lebih tenang dan jernih kehijauan dibanding saat musim penghujan. Green Canyon dapat dicapai dalam waktu sekitar 8 jam dari Jakarta.

5. Tajur, Bogor
Bagi para shopaholic, kawasan Tajur di kabupaten Bogor bisa dipilih sebagai destinasi wisata saat libur Idul Adha. Kawasan ini dipenuhi dengan outlet tas, sepatu, dan baju hasil kerajinan warga lokal dengan kualitas internasional.

Karena buatan lokal, harganya tentu lumayan terjangkau dibanding produk-produk branded dari luar negeri. Tak hanya outlet-outlet fashion, kawasan ini juga dipenuhi dengan pusat jajanan dan oleh-oleh seperti Roti Unyil Venus dan Pastel Makcik.

Jika berkunjung ke kawasan Tajur di Bogor, jangan lupa singgah ke tempat wisata Sumber Kencana Indah / SKI Tajur yang tak hanya dilengkapi dengan pusat belanja baju dan sepatu tetapi juga kolam ikan, permainan anak, dan wahana outbound.


Sumber. voucherhotel.com

Foto: Mengenang Pembantaian PKI di Monumen Kresek Madiun

Foto: Mengenang Pembantaian PKI di Monumen Kresek Madiun - Aksi pembantaian PKI tak hanya terjadi di Jakarta tahun 1965 silam. Sebelumnya, pembantaian juga pernah terjadi tahun 1948 di Madiun. Peristiwa getir itu dikenal dengan Monumen Kresek yang bisa dikunjungi wisatawan.

Bila ke Madiun, yang Anda ingat pasti tentang peristiwa pembantaian PKI yang pecah tahun 1948. Kenanglah peristiwa itu dengan mengunjungi Monumen Kresek yang berada di Desa Kresek, Dungus, Kabupaten Madiun.

Beberapa waktu lalu saat berlibur ke Madiun, saya menyempatkan diri untuk mencari tahu di mana letak monumen ini. Di sanalah traveler akan melihat makam korban keganasan peristiwa ini yang ditumpuk menjadi satu. Pambantaian massal, itulah istilah yang tepat.

Jika berangkat dari jantung kota Madiun, Anda membutuhkan waktu sekitar 40 menit ke sisi timur Madiun. Tetapi perjalanan menuju monumen ini tak begitu membosankan.

Sepanjang perjalanan menuju monumen ini, Anda akan melewati rumah-rumah penduduk desa, pasar tradisional yang ramai dan sekumpulan pohon-pohon jati yang rindang.

Jalanan aspal yang mengantarkan Anda ke sana sangat mulus, tak ada gelombang sedikit pun. Hanya saja banyak belokan dan jalannya naik turun bukit. Tak ada angkutan umum dari kota yang mengantar Anda ke sana. Traveler bisa menyewa kendaraan atau menggunakan jasa taksi.

Pertama kali sampai di lokasi ini suasana terlihat sepi dan angin berhembus kencang kala itu. Jarang pengunjung yang menyinggahinya. Mungkin pula orang Madiun sendiri belum tahu lokasi ini karena cukup terpencil.

Pada masa silam daerah ini masih berupa hutan jati yang menyelimuti Madiun. Kemudian peristiwa Desa Kresek mulai pecah tahun 1948. Tak pandang bulu, siapapun dibantai begitu saja oleh PKI.

Banyak tokoh-tokoh penting yang menjadi korban. Mulai dari pejabat, guru, kepala sekolah, TNI sampai penduduk setempat. Tangan korban diikat dan dibunuh hingga tewas. Mayat-mayatnya dikubur menjadi satu di tanah sekitar Monumen Kresek.

Kini traveler bisa melihat adegan pembantaian berupa patung dan beberapa relief yang mengisahkan peristiwa PKI di Madiun. Ada pula rumah pembantaian yang hingga kini tidak dibongkar. Monumen ini sudah punya fasilitas yang nyaman bagi wisatawan. Ada halaman parkir yang luas serta pendopo luas untuk berteduh santai.

Asyiknya lagi saat ke monumen ini, traveler tak perlu membayar tiket masuk. Sebaiknya jika Anda ke sana, waktu terbaik adalah pagi dan siang hari. Sebab membutuhkan waktu perjalanan yang panjang dan sepi menemani. Jika tiba di sana sore hari, Anda tak bisa berlama-lama di sana. Suasana desa pun bertambah gelap dan makin sepi. | detik.com