Hattrick Saat Lawan Korsel, Evan Dimas 'Dicium' Vicky Vette

Hattrick Saat Lawan Korsel, Evan Dimas 'Dicium' Vicky Vette - Bintang film porno asal Norwegia, Vicky Vette, turut senang atas kemenangan Timnas Indonesia U-19 melawan Korea Selatan pada babak kualifikasi AFC Cup. Timnas menekuk tim ginseng muda dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/10) malam.

Kepada Evan Dimas, yang mencetak hattrick, Vette memberikan ciuman sebanyak tiga kali. Namun, ciuman itu tidak langsung, melainkan lewat media sosial, Twitter.

"Kiss x 3 to Evan Dimas," kata Vette lewat akun Twitter-nya, @vickyvette.

Tidak hanya 'mencium' Evan Dimas, Vette juga kembali mem-posting fotonya mengenakan kaos merah Timnas Indonesia. "AyoIndonesiaBisa," kata Vette memberi dukungan lewat hastag.

Bukan kali ini saja Vette mengomentari kiprah Tim Garuda Muda. Saat Timnas U-19 menang melawan Vietnam dalam final Piala AFF, Minggu (22/9), cewek seksi itu memberikan ucapan selamat lewat Twitter.

Dalam sebuah kicauan, Vette mengunggah foto dirinya yang mengenakan kostum Timnas warna merah. Tangan kirinya mengacungkan jempol, sedangkan yang kanan menunjuk lambang Garuda di dadanya.

Dalam pose tersebut, Vette tidak terlihat mengenakan bawahan. Pahanya yang putih dan setengah bokongnya otomatis terlihat.

"For the Winners ~ #Indonesia #U19 ~ #jebret rt!," kicau Vette. | merdeka.com

Heboh!! Video Bu Guru SD Bergoyang Hot Di Ruang Kelas Di NTT

Heboh!! Video Bu Guru SD Bergoyang Hot Di Ruang Kelas Di NTT - Warga Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, digegerkan dengan tersebarnya video oknum guru perempuan berseragam dinas bergoyang ala “dugem” di dalam kelas.

Video yang dilabeli “Ibu Bing Dugem” ini tersebar antar pengguna handphone. Sang guru dugem tersebut adalah Marlina Bili, Guru Bahasa Inggris di SD Inpres Palindi Mburung, Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur.

Kepala SDI Palindi Mburung, Yosina Radamuri, membenarkan pelaku goyang bak di diskotek itu merupakan guru yang magang di sekolahnya dan telah dia panggil untuk ditegur dan dinasihati. Hal tersebut merupakan perilaku tak pantas yang dilakukan seorang guru perempuan di lingkungan sekolah.

Marlina Bili yang mendampingi Kepsek, mengungkapkan video yang kini tersebar awalnya direkam koleganya dan hanya sekadar iseng. Video itu direkam di ruang perpustakaan di saat semua siswa telah meninggalkan area sekolah.

Marlina menjelaskan, perbuatannya tidak untuk mencemarkan nama baik sekolah dan dunia pendidikan. Meski video pribadinya kini tersebar luas, namun sang “Ibu Bing Dugem” belum berniat mengadukan penyebar video itu ke aparat hukum.

”Saya dikenal suka humor dan ceria di mata rekan-rekan, jadi saya tidak ada maksud mencemarkan dunia pendidikan. Namun jika karena itu saya harus dihukum, saya siap bertanggung jawab, sebagai guru dan warga negara yang baik,” pungkasnya.

Ini video ibu guru dugem di sekolah:

Huuuu... Boyband !, Sambutan Suporter Indonesia Saat Timnas Korsel Tiba

Huuuu... Boyband !, Sambutan Suporter Indonesia Saat Timnas Korsel Tiba - Atmosfer panas menjelang pertandingan Timnas Indonesia U-19 melawan Timnas Korea Selatan U-19 sudah terlihat sebelum ditiupnya peluit oleh wasit. Para pendukung Timnas Indonesia U-19 mulai melancarkan perang urat saraf meski laga belum dimulai.

Setidaknya hal itu terlihat saat bus yang membawa rombongan pemain Timnas Korea Selatan U-19 tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Sabtu (12/10/2013) sore. Bus yang tiba pada pukul 17.50 WIB itu disoraki oleh para pendukung timnas Indonesia yang berada diluar stadion.

"Hu.. Hu.. Hu.. Boyband.. Boyband," teriak para suporter timnas Indonesia.

Teriakan itu terus berlangsung hingga bus yang membawa pemain Korea Selatan U-19 itu masuk ke dalam stadion melalui pintu merah.

Namun perlakuan berbeda saat bus yang membawa Evan Dimas Cs hendak masuk ke dalam SUGBK. Lima menit setelah bus pemain Korea Selatan U-19 lewat, bus yang membawa pemain Indonesia U-19 melintas.

Bus yang ditumpangi pemain timnas Indonesia U-19 itu dielu-elukan oleh para pendukung yang telah memadati SUGBK. "Ayo Evan Dimas, kalahkan Korea," teriak seorang pendukung memberikan semangat. | tribunnews.com

Inilah 5 Pengakuan 'Nyleneh' Ahmad Fathanah di Peradilan

Inilah 5 Pengakuan 'Nyleneh' Ahmad Fathanah di Peradilan - Ahmad Fathanah menjalani sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jumat (11/10/2013) kemarin. Pria yang didakwa bersama Luthfi Hasan Ishaaq menerima uang Rp 1,3 mliar dari Dirut Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman. ini ditangkap di Hotel Le Meridien pada 29 Januari 2013.

Duit ini sebagai fee pengurusan kuota impor yang diajukan PT Indoguna. Fee kata jaksa KPK diberikan agar Luthfi yang berstatus anggota DPR dan Presiden PKS menggunakan jabatannya untuk mempengaruhi pejabat Kementan yang dipimpin Suswono.

Tujuannya agar membantu mengeluarkan surat rekomendasi persetujuan atas kuota impor yang diajukan PT Indoguna Utama dan anak perusahaannya.

Beberapa pengakuan meluncur dari mulut Fathanah. Mulai dari hal-hal teknis terkait proses aliran uang hingga hubungan pribadinya dengan beberapa wanita. Apa saja? Berikut 5 Pengakuan 'nyeleneh' Ahmad Fathanah di Penradilan:

1. Pengasilan Tak Terhingga, Pengeluaran Per Bulan Rp 100 Juta
Ahmad Fathanah mengaku bekerja di banyak perusahaan. Suami Sefty Sanustika ini juga biasa menghabiskan duit Rp 100 tiap bulannya.

Selain menjadi direksi di sejumlah perusahaan, Fathanah mengaku pernah menjadi informal konsultan. Hakim anggota Joko Subagyo pun penasaran dan menanyakan berapa gaji si Cassanova.

"Sebanyak-banyaknya yang mulia, nggak terhingga," jawab Fathanah.

Joko kemudian menyinggung penghasilan Rp 70 juta berdasarkan berita acara pemeriksaan. "Itu BAP penyidik. Setelah saya hitung-hitung pengeluaran saya sebulan bisa sampai Rp 100 juta," sebut Fathanah.

2. Menikah 4 Kali, Istri Pramugari Hanya Isu
Ahmad Fathanah ditanya soal istri-istrinya oleh majelis hakim. Fathanah mengakui pernah menikah 4 kali, namun ia membantah ada istrinya yang pernah berprofesi menjadi pramugari.

"Siti Fatimah, Dewi Kirana, Kurlianti, Sefty," kata Fathanah menyebut nama-nama istrinya.

3. "Saya Bersyukur Ditangkap KPK, Jadi Kuat Salat"
Meski harus menghuni sel tahanan, Ahmad Fathanah mengaku tetap bersyukur. Sejak ditangkap KPK karena kasus suap kuota impor daging sapi, orang dekat Luthfi Hasan ini banyak menghabiskan diri untuk beribadah.

"Saya bersyukur sama KPK, karena bisa salat. Kuat salat saya," kata Fathanah di hadapan majelis hakim.

"Ada rasa bersalah dalam masalah ini?" tanya hakim ketua Nawawi Pomolango. "Saya dibilang bersalah, bersalah. (Tapi) saya tidak tahu yang mana uang dijadikan kesalahan," ujar Fathanah.

4. Arti Nama Saya Bijaksana dan Cerdas
Hakim ketua Nawawi Pomolango kembali menegur Ahmad Fathanah dalam sidang lanjutan. Fathanah dianggap menutupi keterangannya terkait kasus suap kuota impor daging sapi.

"Kalau saudara jujur, ini bisa dijadikan catatan prestasi yang bisa meringankan hukuman saudara," kata hakim Nawawi.

"Bijaksana dan cerdas yang mulia, salah satu sifat Rasulullah," kata Fathanah saat ditanyai hakim tentang arti namanya.

5. Tri Kurnia Rahayu Adalah TTM Fathanah
Sefty Sanustika, istri Ahmad Fathanah, pernah meradang saat tahu suaminya berhubungan dengan Tri Kurnia Rahayu. Dalam persidangan Fathanah mengaku punya hubungan dekat dengan Tri Kurnia yang juga penyanyi dangdut.

Hubungan Fathanah dengan Tri Kurnia ditanyakan jaksa penuntut umum KPK Rini Triningsih ketika membaca sederet tranfer uang yang dilakukan Fathanah. Nama Tri Kurnia juga tercatat pernah menerima transfer uang dari Fathanah.

"Transfer Rp 70 juta sebanyak 4 kali ke Tri Kurnia Rahayu?" tanya jaksa.

"Iya dia pinjam karena katanya sakit dan ada rombak rumah dan sebagainya," ujar Fathanah menjelaskan maksud transfer duit.

Saat ditanya jaksa, Fathanah mengaku dekat dengan Tri Kurnia. "Maksudnya dekatan?" tanya jaksa.

Hakim Ketua Nawawi Pomolango langsung menyela menegaskan jaksa soal kedekatan yang tak perlu lagi ditafsirkan. Tapi Fathanah bersedia menjawab.

"Ada istilahnya teman, TTM," kata Fathanah enteng.


Sumber. detik.com

Inilah Foto Seskab Dipo Alam Dengan Bunda Putri Yang Beredar di Internet

Inilah Foto Seskab Dipo Alam Dengan Bunda Putri Yang Beredar di Internet - Beredar foto antara Seskab Dipo Alam dengan seorang wanita yang disebut sebagai Bunda Putri. Melalui akun twitternya @dipoalam49 mengakui boleh jadi dirinya pernah berfoto dengan wanita tersebut, namun bukan berarti mengenal atau punya kedekatan dengannya.

"Sebagai pejabat publik saya banyak berfoto dengan masyarakat. Yang pasti saya tidak tahu dan tidak kenal siapa Bunda Puteri dan tidak berurusan dengan dia," tegas Dipo dalam @dipoalam49, Sabtu (12/10/2013).

Bila memang dirinya secara kebetulan salah satu yang pernah berfoto dengannya adalah Bunda Putri, Dipo Alam mengaku kapan dan di mana foto tersebut dibuat. Ditegaskannya juga bahwa sesuai fakta di PN Tipikor dalam kasus dugaan suap impor daging dan pencucian uang, yang paling mengenal Bunda Putri adalah petinggi PKS.

"Yang paling tahu & kenal dengan Bunda Puteri, menurut dialog Hakim dengan pesakitan dan saksi di pengadilan Tipikor KPK ialah petinggi PKS," ujarnya.

Foto berdua antara Dipo Alam dengan Bunda Putri yang beredar, tidak nampak cukup tajam. Nampaknya foto tersebut di-crop (dipotong) dari sebuah foto bersama yang lebih besar usai sebuah acara tertentu.

Dipo Alam mengenakan setelan safari warna coklat muda dan Bunda Putri berpakaian hitam. Besar kemungkinan foto ini diambil ketika Dipo Alam sudah menjabat sebagai anggota KIB II. Ini terlihat dari bayangan bros Nayaka yang tersemat di bagian dada kiri atas Dipo Alam. | detik.com

Indonesia Banget!! Baru 15 Hari Dibangun Jalan Ini Sudah Rusak

Indonesia Banget!! Baru 15 Hari Dibangun Jalan Ini Sudah Rusak - Baru 15 hari usai pembangunan, kondisi permukaan jalan yang dicor sudah mengelupas. Dengan adanya hal tersebut Masyarakat Desa Pandanrejo dan Kelurahan Temas mengeluhkan kualitas pembangunan jalan tembus yang menghubungan wilayahnya.

Salah satu warga desa Pandanrejo, Siti menyebutkan, sebelum adanya pembangunan tersebut kondisi permukaan jalannya masih makadam. Diatas permukaan tanah hanya dipasang batu kali tanpa dilapisi aspal.

Kemudian, pemerintah Desa Pandanrejo mengusulkan peningkatan kualitas jalan ke Provinsi Jatim. “Yang kita ketahui perbaikan jalan tembus ini dilakukan sebulan yang lalu. Lantas baru setengah bulan ini dibuka. Ternyata sudah rusak lagi,” kata Siti.

Menurut dia, adanya jalan tembus ini mempermudah warga Desa Pandanrejo untuk pergi ke Pasar Batu. Jaraknya lebih dekat 3 km.

“Kalau lewat jalan ini bisa tembus di perempatan Batos. Lalu 300 meter lagi sudah tiba di Pasar Batu,” katanya.

Slamet, pedagang sayur mayur yang tinggal di Kelurahan Temas mengatakan hal serupa. Adanya jalan tembus ini bisa memperpendek jarak dan waktu menuju Pasar Batu.

Namun sayang, kualitas cornya sangat jelek. Karena permukaan jalan yang dicor sudah rusak lagi. “Usulan kita harus segera diperbaiki. Kalau dibiarkan rusak justru membahayakan pengguna jalan. Pasir campuran semen membuat jalannya licin. Apalagi jalannya turun tembus bibir sungai Brantas,” ujar Slamet.

Kadis Pengairan dan Bina Marga, Kota Batu Himpun saat dikonfirmasi tidak mengetahui siapa yang membangun jalan tembus Desa Pandanrejo, Kelurahan Temas.

Menurutnya, anggarannya dari swadaya masyarakat. “Anggarannya tidak menggunakan APBD Kota Batu. Jadi kami tidak mengetahui siapa yang membangunnya,” ucap Himpun.

Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan menyatakan, biaya untuk mengecor jalan tembus sepanjang 265 meter itu berasal dari APBD Provinsi Jatim sebesar Rp145 juta.

Menurutnya, yang mengerjakan pengecoran jalan tembus dari desanya ke Kelurahan Temas adalah pemborong dari Kota Surabaya. “Kita bersama 14 Kades mengajukan bantuan ke Pak Gubernur. Akhirnya disetujui. Awalnya kita senang karena jalan tembus itu sudah di cor. Tapi setelah melihat hasilnya sangat kecewa. Saat ini sudah rusak lagi,” ungkap Abdul Mana.

Dia melihat ada kesalahan teknis saat pengecoran. Air untuk mencampur semen dan pasir serta batu bercampus pestisida akhirnya kualitas cor kurang baik. “Masalah ini sudah kita laporkan ke Pak Gubernur. Dan pemborongnya sudah kita minta untuk memperbaikinya,” tambahnya. | malang-online.com

Foto: Gubernur Banten Ratu Atut Datangi KPK

Foto: Gubernur Banten Ratu Atut Datangi KPK - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat 11 Oktober 2013. Orang nomor satu di Banten itu memenuhi panggilan penyidik KPK terkait kasus suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, yang melibatkan adik kandungnya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Atut yang mengenakan baju batik ungu dengan kerudung hitam tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat turun dari mobil Pajero Sport hitam bernomor polisi B 22 AAH, Atut yang didampingi dua orang stafnya dan pengawalan dari petugas KPK, menolak berkomentar terkait pemeriksaan perdananya di KPK. Ia hanya mengucap salam dan mengumbar senyum.

Hari ini, Atut akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Susi Tur Andayani, seorang advokat yang ditangkap KPK bersama Wawan karena terlibat kasus suap Ketua MK Akil Mochtar.

Berikut Foto Foto Gubernur Banten Ratu Atut Saat Datangi KPK:

Tubagus Chaery dan Susi Tur Andayani ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memberikan suap terkait penyelesaian sengketa pilkada Kabupaten Lebak di MK.

Tubagus Chaery disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-undang Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp250 juta.

Untuk kepentingan penyidikan, Ratu Atut Chosiyah juga dicegah KPK ke luar negeri selama enam bulan ke depan sejak 3 Oktober 2013. | viva.co.id

Sejumlah Kyai Melingkari Gedung KPK, Antisipasi Serangan Santet

Sejumlah Kyai Melingkari Gedung KPK, Antisipasi Serangan Santet - Isu mulai bermainnya kekuatan supranatural yang siap menghajar petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membuat surut nyali pejabat KPK.

Rumor adanya serangan santet memang sudah lama terjadi di KPK, beberapa kali petugas KPK menemukan bungkusan-bungkusan aneh dan orang yang menabur garam di sekitar KPK.

Bahkan KPK sendiri pernah menyita sadapan telpon yang salah satunya berisi soal rencana seorang perempuan cantik tersangka KPK akan menyantet pejabat KPK.  Beberapa kejadian aneh juga pernah menimpa beberapa karyawan KPK.

Menurut sumber Kluget.com yang minta namanya dirahasiakan, sudah membaca adanya serangan santet ini dalam beberapa hari belakangan. Hal-hal yang tidak kasat mata seperti melesatnya sinar sebesar telur ayam dan banyak serangan jenis kiriman benda tajam seperti jarum dan gunting juga menyerang KPK.

Tapi KPK mustinya tidak perlu takut karena apa yang mereka lakukan adalah menegakkan kebenaran dan untuk kebaikan bangsa ini, Abraham Samad sendiri berkata dengan lantang "Yang saya takutkan hanya Allah SWT" katanya saat ditanya soal ancaman digebuk Jawara dan serangan santet.

Sejumlah Kyai dari golongan putih dikabarkan sudah diam-diam datang ke Gedung KPK dan mengantisipasi serangan santet yang diperkirakan akan terjadi puncaknya Jumat Malam. Mereka akan memecah jalur serangan santet itu.

Indonesia memang masih mempercayai santet dan kekuatan supranatural sebagai bagian dari perang politik dan perebutan kekuasaan. | kluget.com

Wew !! Ratusan Siswa SD Positif Narkoba di Riau

Ilustrasi
Wew !! Ratusan Siswa SD Positif Narkoba di Riau - Peredaran narkoba di wilayah Polda Riau nampaknya sudah semakin parah. Pasalnya, pihak kepolisian berhasil mengamankan ratusan pelajar sekolah dasar (SD) yang positif menggunakan narkoba.

Berdasarkan data dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, sebanyak 125 siswa SD diketahui menjadi pengguna dan pengedar narkotika serta obat-obatan terlarang (narkoba).

Data tersebut diambil dari periode Januari-September 2013. Direktur Ditresnarkoba Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hermansyah mengatakan bahwa jumlah tersebut kemungkinan masih bisa bertambah. Untuk antisipasi, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah di Riau.

“Jumlah tersebut juga bisa terus meningkat, namun kami terus melakukan upaya antisipasi ke sekolah-sekolah,” kata Hermansyah, seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/10/2013).

Dalam data tersebut diketahui bahwa pengguna narkoba kalangan siswa SD itu tersebar di sejumlah wilayah. Berikut rinciannya:
  • Wilayah Polda Riau: 16 siswa SD
  • Kabupaten Rokan Hilir: 31 siswa SD
  • Kabupaten Rokan Hulu: 30 siswa SD
  • Wilayah hukum Polres Siak: 10 siswa SD
  • Kabupaten Indragiri Hulu: 9 siswa SD
  • Wilayah hukum Polres Pelalawan: 8 siswa SD
  • Indragiri Hilir: 6 siswa SD
  • Wilayah hukum Polres Dumai: 5 siswa SD
  • Wilayah hukum Polres Kuantan Singingi: 5 siswa SD
  • Wilayah hukum Polres Kampar: 4 siswa SD
  • Wilayah hukum Pekanbaru: 1 siswa SD
Sementara itu data lain menyebutkan bahwa sebanyak 284 siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Riau positif narkoba. Dan sebanyak 605 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) juga diketahui memakai narkoba. | ciricara.com

Inilah Tanggapan Tokoh Spiritual Permadi Tentang Isu Santet KPK

Inilah Tanggapan Tokoh Spiritual Permadi Tentang Isu Santet KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai diterpa isu santet. Sejumlah penyidik KPK pun sempat menemukan benda-benda aneh di tempat kerjanya. Benarkah KPK akan disantet?

Tokoh spiritual, Permadi mempersilakan kalau ada pihak yang ingin menyantet pemimpin atau penyidik KPK. Pasalnya, ilmu santet itu tidak akan bisa mengenai orang yang benar dan berpihak kepada rakyat.

“Percayalah santet tidak akan pernah mengalahkan kebenaran,” kata Permadi.

Permadi mengatakan bahwa petugas KPK tidak perlu merasa takut selama masih berada di jalur yang benar. Menurutnya, ilmu santet itu tidak akan berfungsi pada orang-orang yang melakukan kebenaran.

“Santetnya nanti mental sendiri,” ujar Permadi.

Permadi pun menegaskan bahwa dirinya dan masyarakat lainnya tentu akan membantu KPK, selama mereka bertugas dengan baik dan berpihak kepada rakyat. Permadi pun mengaku siap jika diminta untuk menghalau ilmu santet yang ditujukan kepada KPK.

“Aku sering datang ke KPK membersihkan hal seperti itu. Sekali lagi selama KPK benar dan berani maka jangan pernah takut santet,” kata Permadi, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (8/10/2013).

Sementara itu, Ketua KPK Abraham Samad mengaku tidak gentar dengan isu santet tersebut. Abraham menegaskan bahwa KPK akan tetap menjalankan tugasnya dengan baik. Dia percaya bahwa semua petugas KPK pasti mendapat perlindungan dari Tuhan.

Menurut kabar yang beredar, isu santet itu muncul seiring dengan keberhasilan KPK dalam mengungkap kasus korupsi sejumlah tokoh ternama di Indonesia. Benda-benda aneh yang diduga untuk menyantet pun sering ditemukan di Gedung KPK.

Belum diketahui dari mana isu santet itu berasal. Petugas KPK juga tidak mengetahui asal dari benda-benda aneh yang sering ditemukan di lembaga pemberantas korupsi tersebut. | ciricara.com

Tampilkan Tarian Telanjang, EO Acara Lounching Produk Rokok Ditangkap

Tampilkan Tarian Telanjang, EO Acara Lounching Produk Rokok Ditangkap - Koordinator Event Organizer (EO) CV Timur Enterprise yang berinisial Y terindikasi menyalahgunakan izin keramaian saat peluncuran salah satu produk rokok.

Penyidik Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menahan Y sebagai penanggung jawab penyelenggara peluncuran produk rokok yang diduga diwarnai pesta maksiat di sebuah hotel di Kabupaten Bima.

"Penanggung jawab kegiatan berinisial Y sudah kami tahan dan sedang diperiksa secara intensif," ujar Kapolda NTB, Brigjen Pol Mochammad Iriawan di Mataram, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (5/10).

Momentum peluncuran produk rokok diwarnai tarian setengah bugil disertai pesta minuman keras. Sehingga, peluncuran produk rokok tersebut berkonotasi negatif dan menimbulkan kesan pornografi.

"Masih didalami keterangannya, termasuk adanya dugaan keterlibatan aparat keamanan yang turut serta mendukung atau mengamankan kegiatan tersebut," jelas Iriawan.

Jenderal bintang satu itu mengaku jika penyelidikan dan penyidikan intensif itu untuk menjawab keresahan masyarakat yang menuding 'pesta maksiat' itu telah menodai kehidupan beragama di Bima.

Penyelidikan dan penyidikan juga mencakup dugaan keterlibatan oknum Polres Bima dan Polda NTB dalam mendukung kegiatan tersebut.

"Jadi, kasus itu sudah ditangani dari aspek hukum, semua pihak diimbau untuk tetap tenang agar penyelidikan dan penyidikan berjalan lancar sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tandasnya. | merdeka.com

Situs Pemprov Banten Dihack, Tampilkan Foto Gubernur Dan Dukungan KPK

Situs Pemprov Banten Dihack, Tampilkan Foto Gubernur Dan Dukungan KPK - Situs resmi Pemprov Banten, www.bantenprov.go.id, sempat menjadi sasaran hacker, pada hari sabtu (5/10) dini hari situs itu telah dideface. Sang hacker meninggalkan pesan berupa dukungan terhadap KPK terkait pemberantasan korupsi, tampak juga foto gubernur banten Ratu Atut Chosiyah di sisi kiri.

Berikut pesan yang ditinggalkan hacker dalam situs Pemprov Banten:
RAKYAT BANTEN
[+] THE CONSCIENCE OF BANTEN [+]
Ini adalah dunia kami sekarang, Dunia tanpa batas dengan seribu harapan tanpa ada Tubagus Chaery Wardhana (Wawan) yang Mengkudeta seluruh politik di banten.

Dari mulai Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang menjadikan politik gelap, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman yang menang tampa pengetahuan jelas, walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang menuai kontroversi sehingga pemilihan diulang kembali, dan sekarang kembali di Lebak Banten?

Anda menganggap WAWAN hanya sebatas itu? Banyak tender yang beralih kepada dia, semua politik bisnis dan kekuasaan di kuasai oleh WAWAN, kami siap bantu KPK untuk mengusut semua kasus kecurangan WAWAN dan Sang RATU, Kami menyiapkan bukti yang menyandung kasus di Banten. Seluruh LSM di banten Siap membantu KPK demi Banten Yang Lebih baik.

Sumber. uniqpost.com

Pengawal Jenderal Soedirman Baru Punya Rumah Setelah 68 Tahun Indonesia Merdeka

Pengawal Jenderal Soedirman Baru Punya Rumah Setelah 68 Tahun Indonesia Merdeka - Rasa haru dan gembira tergambar jelas dari raut Abu Arifin (92) saat mendapat rumah dari Komandan Komando Resor Militer (Korem) 071 Wijayakusuma, Kolonel Kav Nugroho Tjendakiato, Kamis (3/10) lalu.

Abu Arifin merupakan salah satu komadan kawal Panglima Besar Jenderal Soedirman semasa perang gerilya dan kemerdekaan. Abu yang datang bersama beberapa bekas pasukan pengawal Jenderal Soedirman, mengaku senang karena mendapat perhatian dari pemerintah.

"Saya sampaikan rasa terima kasih yang luar biasa kepada pemerintah melalui Korem 071/Wijayakusuma yang memberikan saya rumah untuk ditempati saat usia senja," ujar bapak beranak sembilan ini.

Diakuinya, selama ini, pria pensiunan Mayor CPM ini harus hidup berpindah-pindah lantaran tidak memiliki rumah tetap. "Sejak zaman perjuangan hingga kemarin ini saya harus kontrak rumah, karena tidak memiliki rumah tetap. Jadi seperti 'kontraktor'," katanya sambil tersenyum.

Abu Arifin kini memiliki rumah tipe 36 di Perumahan Dawuhan Asri Sejahtera, Kecamatan Padamara Purbalingga Jawa Tengah.

Abu mengakui, selama ini banyak kalangan masyarakat yang meragukan pemerintah karena tidak memberi perhatian kepadanya. Namun, cibiran terhadap pemerintah tersebut, ditanggapinya dingin.

"Saya tidak masalah dengan suara sumbang masyarakat. Walau mereka tahu kalau saya dulu pernah menjadi pengawal Jenderal Soedirman. Tetapi dengan adanya bantuan ini, saya harap nada sumbang itu tidak ada lagi, karena pemerintah memang memperhatikan kami," ujarnya.

Walau sudah tak sekuat dulu, dia mengaku akan terus berjuang untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan negara Indonesia.

"Kami berkomitmen bahwa kami adalah pejuang sepanjang zaman, bukan hanya saat masa perjuangan dulu. Selama sepanjang nafas, kami akan terus berjuang dan mengikat persatuan," tekadnya.

Komandan Korem 071/ Wijayakusuma, Kolonel Kav Nugroho Tjendrakiarto berharap bantuan yang diberikan dalam menyambut HUT TNI ke-68 dan Kodam IV Diponegoro dapat berguna bagi veteran perang kemerdekaan.

"Ini sebagai tanda terima kasih generasi muda TNI yang masih aktif agar para mantan pejuang dalam hal ini terus mendorong kita semua untuk berjuang dalam menjaga persatuan kesatuan," ujarnya. | merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Jokowi Ingin Adakan MotoGP di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Jokowi Ingin Adakan MotoGP di Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo baru-baru ini mengajukan ide agar Kota Jakarta bisa mengadakan berbagai macam event internasional. Selain akan menyelenggarakan lomba lari marathon, Jokowi saat ini sedang bernegosiasi agar kejuaraan dunia MotoGP bisa digelar di Jakarta.

"Grand Prix nanti lu jual gue belilah. Memang ini promosi Jakarta dalam jangka menengah dan panjang," ujar Jokowi di Monas, Jakarta, Senin (30/9) yang lalu.

Menurut Mantan Walikota Solo ini tujuannya menggelar event-event internasional sebagai promosi Kota Jakarta agar bisa dikenal dunia internasional. Menurutnya, promosi yang diperlukan sebesar Rp 1 triliun.

"Ini marketing kota, memang butuh biaya, tapi saya rasa efeknya positif," ujarnya. Hal ini dilakukan juga karena Jakarta belum mempunyai branding yang kuat sebagai suatu kota.

Untuk menindaklanjuti promosi Jakarta, dia menugaskan tim untuk menanyakan persyaratan dan urusan teknis dalam menyelenggarakan MotoGP.

"Ini mau ke Macau pada Oktober nanti, kami mengirim orang ke sana untuk negosiasi," ujar Jokowi.

Hal ini didukung juga oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Dia mengatakan Jakarta harus bisa menyelenggarakan Grand Prix. Menurutnya, tempat yang tepat untuk itu adalah di Kemayoran Jakarta Pusat.

"Membutuhkan lapangan aspal, tinggal lintasannya yang dibuat," ujarnya.

Minggu ini (6/10) waktu setempat akan digelar MotoGP Sepang, Malaysia dimana Marquez dan Pedrosa akan disidang akibat senggolan yang terjadi pada pertandingan terakhir MotoGP Aragon. Marquez punya peluang besar sebagai pemegang poin tertinggi pada musim ini, meskipun dia merupakan wajah baru di MotoGP. | jawaban.com

Menunggu Anas Gantung Diri dan Akil Mochtar Potong Jari

Menunggu Anas Gantung Diri dan Akil Mochtar Potong Jari - Dua nama tokoh ini telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat jadi tersangka kasus korupsi proyek Hambalang, sementara Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) jadi tersangka dua kasus dugaan suap sengketa pilkada, yakni Pilkada Kabupaten Gunung Mas dan Pilkada Kabupaten Lebak.

Uniknya, sebelum ditetapkan menjadi tersangka, dua tokoh ini dikenal keras terhadap isu-isu korupsi. Anas misalnya, pernah jadi bintang iklan kampanye menolak korupsi waktu masih menjadi politisi Demokrat. Bahkan ketika menjabat sebagai ketua umum Demokrat, dia sempat meminta digantung di pucuk monas bila terlibat kasus Hambalang.

"Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," kata Anas di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2012. Hal itu dia katakan ketika namanya disebut-sebut oleh Muhammad Nazaruddin, terlibat dalam korupsi Hambalang.

Sebelas bulan kemudian, setelah Anas minta digantung bila terbukti terlibat dalam skandal kasus korupsi itu, Februari 2013 lalu KPK akhirnya menetapkan politisi asal Madiun, Jawa Timur, itu sebagai tersangka korupsi pembangunan sport center di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Namun buru-buru menepati janji, Anas malah sewot ketika ditagih janjinya. Ketika ditanya soal pernyataan yang pernah diucapkannya, yakni siap digantung di Monas jika terbukti terlibat korupsi Hambalang. Anas hanya bisa menjawab: "Silakan tulis apa saja, terserah. Sekarang saya balik tanya, Anda berharap itu ya? Ya itu jawaban saya,"

Lain Anas, lain Akil. Bila Anas minta digantung di Monas, usulan Akil juga tak kalah ekstrem. Dia pernah melontarkan ide potong jari tangan untuk pelaku korupsi. Selain itu, ia juga mengusulkan untuk memiskinkan koruptor. Tujuannya tak lain agar menimbulkan efek jera.

Waktu itu Akil masih menjabat sebagai juru bicara MK. Mengomentari ramainya kasus korupsi yang ditangani KPK, dia sempat melontarkan ide dan gagasan soal cara menghukum koruptor. "Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup," ujarnya, pada 12 Maret 2012.

Menurut Akil, hukuman potong jari tangan sangat pantas. Sebab, jika hanya memiskinkan saja, negara tidak pernah benar-benar tahu kapan koruptor akan mengulangi perbuatannya. "Pemiskinan koruptor itu kalau hartanya didapat dari negara. Lebih baik dipermalukan dengan mencacatkan salah satu bagian tubuhnya."

Ternyata di luar dugaan, kini Akil justru yang terjerat kasus korupsi. Kamis (3/10) sore kemarin, dia ditetapkan sebagai tersangka dua kasus suap sengketa pilkada sekaligus. Akil tertangkap tangan sedang transaksi di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/10) malam.

Jadi bagaimana sekarang, apakah anda mau menunggu Anas gantung diri dan Akil Mochtar potong jari? | merdeka.com

Benarkah Ada Ganja, Ekstasi, Dan Obat Kuat di Ruang Kerja Akil Mochtar?

Benarkah Ada Ganja, Ekstasi, Dan Obat Kuat di Ruang Kerja Akil Mochtar? - Ini memang temuan yang mengejutkan. Kabarnya, ada barang 'haram' yang ditemukan KPK di ruang kerja Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Belum diketahui, apakah itu milik Akil atau bukan. Yang jelas, benda itu ada di meja kerjanya.

"Ada ganja, ekstasi, dan obat kuat," bisik penegak hukum yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/10/2013).

Sayangnya Akil tak bisa dikonfirmasi, dia diperiksa intensif di KPK. Akil sudah ditetapkan menjadi tersangka dua kasus sekaligus, yaitu kasus sengketa Pilkada Lebak dan Pilkada Gunung Mas.

Ruangan Akil Mochtar sejak Rabu (2/10) malam sudah disegel KPK, tak lama setelah penangkapan Akil. Pastinya penyidik KPK yang melakukan penggeledahan kini mengamankan benda-benda itu.

Juru bicara KPK Johan Budi yang dikonfirmasi belum memberikan respons. Johan hanya menyampaikan saat jumpa pers, KPK masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan. | detik.com

Baca Juga:
Video: Ketua MK Akil Mochtar Menampar Wartawan Karena Ditanya Hukuman Potong Jari

Video: Ketua MK Akil Mochtar Menampar Wartawan Karena Ditanya Hukuman Potong Jari

Video: Ketua MK Akil Mochtar Menampar Wartawan Karena Ditanya Hukuman Potong Jari - Akil Mochtar sempat menampar muka seorang wartawan saat hendak digelandang masuk ke rumah tahanan KPK, Kamis (3/10) malam. Akil tampak tak terima dengan pertanyaan seputar hukuman potong jari.

Kejadian itu berlangsung tepat saat Akil keluar dari mobil tahanan. Akil yang dikerumuni wartawan sempat ditanyai seputar hukuman potong jari dan penemuan ekstasi yang ditemukan di ruangannya.

"Bapak pernah bilang koruptor itu layak dihukum potong jari? Kalau bapak terbukti bersalah siap potong jari?" tanya seorang wartawan.

Belum sempat diajukan pertanyaan lain, tiba-tiba tamparan Akil melayang ke muka si wartawan yang bertanya.

Insiden itu sempat membuat semua wartawan yang sedang meliput langsung geram. Akibatnya, sempat terjadi keributan dengan wartawan.

Berikut Video Akil Mochtar Menampar Wartawan:

Keributan berhasil dilerai dan Akil akhirnya dibawa ke rumah tahanan.

Sebelumnya, Mohammad Akil Mochtar diketahui pernah melontarkan ide terobosan dalam pemberantasan korupsi. Koruptor perlu diberi hukuman kombinasi antara pemiskinan dan potong salah satu jari tangan. Ide tersebut dilontarkan Akil karena banyak kasus korupsi. Ia benganggapan, penjara dan bayar denda dianggap tak memberikan efek jera kepada koruptor.

"Ini ide saya, dibanding dihukum mati. Lebih baik dikombinasi pemiskinan dan memotong salah satu jari tangan koruptor saja cukup," kata Akil Mochtar pada 12 Maret 2012. Ide tersebut dilontarkan kala Akil menjabat juru bicara Mahkamah Konstitusi. | Metrotvnews.com

Tahanan Sakit Dibiarkan Karena Miskin, Koruptor Sakit Dimanja Karena Korupsi

Tahanan Sakit Dibiarkan Karena Miskin, Koruptor Sakit Dimanja Karena Korupsi - Benget Situmorang, terdakwa kasus mutilasi istrinya sendiri, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Tahanan Cipinang, Senin (1/10) sekitar pukul 23.05 WIB. Benget meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Protes keras pun dilayangkan pengacara Benget, Edward Sihombing. Dia menyebut, majelis hakim dan jaksa dalam persidangan Benget merupakan pihak yang paling bertanggungjawab atas meninggalnya Benget.

Sebab, permintaan agar Benget menjalani perawatan medis tidak pernah digubris oleh majelis yang diketuai oleh Hakim Pandu Budiono. Padahal, kliennya menderita sesak napas, paru-paru dan TBC.

Bahkan saat Senin (30/9), Benget yang terlihat sakit terpaksa dihadirkan ke pengadilan meskipun harus dibopong oleh jaksa. Dia menduga Benget ditelantarkan karena masuk golongan orang miskin.

"Dia itu ditelantarkan hakim karena melarat, karena miskin. Di negara kita ini kalau miskin tidak dianggap orang," katanya kepada merdeka.com, Selasa (1/30).

Apa yang dialami Benget berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi dan pencucian uang, Luthfi Hasan Ishaaq. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sempat beberapa kali mendapat perawatan di RS karena penyakit yang dideritanya.

Selasa (11/6) malam, Luthfi dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat itu, Luthfi diantar oleh petugas KPK.

"LHI sakit, kemarin sempat dibawa ke RSCM," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Tak hanya itu, Luthfi kembali dibawa ke RS karena penyakit wasir yang dideritanya kambuh, Kamis (15/8). Luthfi kali ini dibawa ke RS MMC Kuningan. Sidang Luthfi yang sedianya digelar pada hari itu pun batal dilaksanakan.

Berbeda dengan Benget Situmorang yang tak mendapat perawatan medis dari Rutan Cipinang, terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin justru mendapat perawatan khusus dari tim dokter Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

Menurut Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Giri Purbadi, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu susah melakukan aktivitas berat lantaran kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Nazar mengaku sakit stroke, Nazar juga mengeluhkan sakit pada perutnya.

"Oleh tim dokter kami diperiksa, beliau tidak pernah keluar untuk berobat," kata Giri, di ruang kerjanya, Kamis (20/6).

Sebelumnya, Nazar juga sempat dilarikan ke RS Polri Sukanto Kramatjati Jakarta Timur, pada Senin (19/3). Nazar saat itu batal mengikuti persidangan lantaran muntah-muntah. Alhasil, Hakim Darmawati Ningsih yang memimpin sidang menunda persidangan, dan mengizinkan Nazar dibawa ke RS Polri.

Tak hanya itu, Nazarudin juga sempat dirawat di RS Abdi Waluyo pada Kamis (15/3), karena sering mengalami sakit nyeri pada lambungnya. Dokter KPK Johanes Hutabarat menjelaskan Nazar memiliki tekanan darah 110/70 dan memiliki luka yang serius pada usus 12 jari dan usus besar.

Sakit adalah kodrat bagi tiap insan yang bernyawa. Namun, atas nama kemanusiaan dan keadilan, Benget harusnya mendapat perlakuan yang sama seperti yang diperoleh tahanan lain. | merdeka.com

Foto: Mengenang Pembantaian PKI di Monumen Kresek Madiun

Foto: Mengenang Pembantaian PKI di Monumen Kresek Madiun - Aksi pembantaian PKI tak hanya terjadi di Jakarta tahun 1965 silam. Sebelumnya, pembantaian juga pernah terjadi tahun 1948 di Madiun. Peristiwa getir itu dikenal dengan Monumen Kresek yang bisa dikunjungi wisatawan.

Bila ke Madiun, yang Anda ingat pasti tentang peristiwa pembantaian PKI yang pecah tahun 1948. Kenanglah peristiwa itu dengan mengunjungi Monumen Kresek yang berada di Desa Kresek, Dungus, Kabupaten Madiun.

Beberapa waktu lalu saat berlibur ke Madiun, saya menyempatkan diri untuk mencari tahu di mana letak monumen ini. Di sanalah traveler akan melihat makam korban keganasan peristiwa ini yang ditumpuk menjadi satu. Pambantaian massal, itulah istilah yang tepat.

Jika berangkat dari jantung kota Madiun, Anda membutuhkan waktu sekitar 40 menit ke sisi timur Madiun. Tetapi perjalanan menuju monumen ini tak begitu membosankan.

Sepanjang perjalanan menuju monumen ini, Anda akan melewati rumah-rumah penduduk desa, pasar tradisional yang ramai dan sekumpulan pohon-pohon jati yang rindang.

Jalanan aspal yang mengantarkan Anda ke sana sangat mulus, tak ada gelombang sedikit pun. Hanya saja banyak belokan dan jalannya naik turun bukit. Tak ada angkutan umum dari kota yang mengantar Anda ke sana. Traveler bisa menyewa kendaraan atau menggunakan jasa taksi.

Pertama kali sampai di lokasi ini suasana terlihat sepi dan angin berhembus kencang kala itu. Jarang pengunjung yang menyinggahinya. Mungkin pula orang Madiun sendiri belum tahu lokasi ini karena cukup terpencil.

Pada masa silam daerah ini masih berupa hutan jati yang menyelimuti Madiun. Kemudian peristiwa Desa Kresek mulai pecah tahun 1948. Tak pandang bulu, siapapun dibantai begitu saja oleh PKI.

Banyak tokoh-tokoh penting yang menjadi korban. Mulai dari pejabat, guru, kepala sekolah, TNI sampai penduduk setempat. Tangan korban diikat dan dibunuh hingga tewas. Mayat-mayatnya dikubur menjadi satu di tanah sekitar Monumen Kresek.

Kini traveler bisa melihat adegan pembantaian berupa patung dan beberapa relief yang mengisahkan peristiwa PKI di Madiun. Ada pula rumah pembantaian yang hingga kini tidak dibongkar. Monumen ini sudah punya fasilitas yang nyaman bagi wisatawan. Ada halaman parkir yang luas serta pendopo luas untuk berteduh santai.

Asyiknya lagi saat ke monumen ini, traveler tak perlu membayar tiket masuk. Sebaiknya jika Anda ke sana, waktu terbaik adalah pagi dan siang hari. Sebab membutuhkan waktu perjalanan yang panjang dan sepi menemani. Jika tiba di sana sore hari, Anda tak bisa berlama-lama di sana. Suasana desa pun bertambah gelap dan makin sepi. | detik.com